Pertandingan antara Lisna menghadapi Alkatras hari ini merupakan tantangan dan pelajaran berharga bagi penyelenggaraan turnamen sepakbola Piala FKPPI VI. Tanpa diduga saat pertandingan babak kedua memasuki menit ke-16, pihak Alkatras melakukan pemogokan karena merasa tidak puas dengan keputusan wasit yang menjatuhkan hukuman pinalti, setelah pemain Alkatras melakukan pelanggaran dalam kotak penalti. Alhasil keunggulan 1-0 berubah menjadi kekalahan 0-3. Tindakan pemogokan yang dilakukan oleh Alkatras sangat disesalkan, sebab keunggulan yang diperoleh di babak pertama menjadi mubazir. Tekanan harus menang yang dialami oleh kedua tim,ternyata menguras emosi berlebih, sehingga sebuah keputusan yang wajar dan layak dicurigai sebagai hasil konspirasi dengan pihak lawan. Jika Satria [tim dari Ki Pan C PSY] dan Pop[tim milik Polres Ende], tim yang notabene sesungguhnya merupakan tim tuan rumah pernah dihukum oleh panitia penyelenggara turnamen sepakbola Piala FKPPI, bukan tidak mungkin Alkatras pun akan mengalami nasib yang sama. Kini ketegasan panitia diuji bukan saja oleh ulah sejumlah penonton seperti saat Helios berhadapan dengan Gempur, maupun ulah tim seperti yang dilakukan oleh Alkatras.
Kini ditunggu ketegasan panitia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar